KAMI BERBEDA TAPI TETAP SAMA

KAMI BERBEDA TAPI TETAP SAMA

Minggu, 27 Oktober 2013

Mengenal Tuna Rungu - Wicara


Pengertian Tunarungu-wicara
Tuna Rungu adalah suatu keadaan dimana anak tidak dapat mendengar karena kehilangan kemampuan untuk mendengar dari ringan hingga berat meliputi tuli dan susah mendengar. Sedangkan Tuna wicara adalah suatu keadaan dimana individu tidak bisa menggunakan kemampuan wicaranya/berbicaranya dengan baik. Tunarungu - wicara sendiri adalah suatu istilah yang saling dikatikan satu sama lain, hal ini disebabakn karena hubungan yang spesifik antara kemampuan mendengar dengan kemampuan berbicara. Anak yang tuli sejak lahir bisa dipastikan tidak bisa menggunakan kemampuan berbicaranya dengan baik.

Klalsifikasi Anak Tunarungu-wicara
Klasifikasi dari tuna rungu itu sendiri adalah Sangat rigan ( light ) antara 25 dB - 40 dB, Ringan ( mild ) antara 41 dB - 55 dB, Sedang ( moderate ) antara 56 dB - 70 dB, Berat ( severe ) antara 71 dB - 90 dB, Sangat Berat ( profound ) antara 91 dB - lebih. Sedangkan klasifikasi untuk anak Tuna wicara adalah Keterlambatan bicara ( delayed speech ), Gagap ( stutering ), Kehilangan kemampuan berbahasa ( disphasia ), Kelainan suara ( voice disorder ).

Karakteristik Anak Tunarungu-wicara
Anak Tunarungu-wicara memiliki  beberapa karakteristik berbeda dengan anak normal pada umumnya, adapun karakteristiknya sebagai berikut :
1. Bahasa dan Wicara
Anak Tunarungu-wicara biasanya mengalami kelambatan atau keterbatasan dalam berbicara dan mendengarkan   bila dibandingkan dengan anak pada umumnya. Bahkan pada anak tuna rungu total (tuli) cenderung tidak dapat berbicara
2. Kemampuan Intelegensi
Hilangnya kemampuan untuk biacara dan mendengar berakibat adanya kekurangan dalam penerimaan sumber informasi mealui penddengaran. Hal ini sanga berpengaruh dalam kemampuan verbal anak tunarungu-wicara
3. Penyesuaian emosi, sosial, dan perilaku
Penyesuaian sosial dangat dipengaruhi oleh komunikasi, dalam melakukan interaksi sosial di masyarakat dalam bayak hal mengandalkan komunikasi verbal, hal inin sebenarnyayang menyebabkan anak tunarugu-wicra mengalami kesulitan dalam penyesuaian sosialnya sehingga terkesan tidak ekslusif

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes